Syaiful-ali's Blog

berbagi informasi dan pengetahuan

Beasiswa sekolah master dan doktor dari negeri Kangguru

1 Komentar

Saya ingin sedikit berbagi pengalaman tentang beasiswa master dan doktor dari negera Australia. Perlu dipahami, untuk dapat sekolah master dan doktor di luar negeri itu perlu semangat juang yang tinggi. Tidak ada kata menyerah🙂 Gagal? coba lagi. Gagal? coba lagi. Gagal? coba lagi. Mungkin pengalaman saya ini dapat sedikit banyak memberi ilustrasi.

Saya mendaftar beasiswa untuk sekolah master di tahun 2002/3. Pertama mendaftar di tahun 2002 ditolak🙂 Saya bingung mengapa ditolak? Segala persyaratan telah dipenuhi. Nilai TOEFL lumayan cukup. Saya menduga ini akibat saya telat melampirkan nilai TOEFL saya. Dulu saat mendaftar, prosesnya dibantu oleh Univ tempat saya bekerja. Memang lebih ringkas prosesnya, namun deadline-nya jadi lebih cepat dari deadline-nya ADS (Australian Development Scholarship). Akibat deadline yang lebih cepat, nilai test TOEFL saya belum siap saat deadline datang. Akibatnya semua berkas pendaftaran dikumpulkan ke Univ. minus nilai TOEFL saya.

Tapi saya pantang menyerah🙂 Di tahun 2003, saya coba lagi daftar ADS. Semua berkas yang dulu pernah saya pakai di tahun 2002, saya pakai lagi. Untungnya, saya punya copy berkas2 pendaftaran di tahun 2002 itu. Semua sama, tidak ada yang beda. Bedanya, nilai TOEFL sekarang saya sudah siap dan sudah dikumpulkan bersama2 dengan berkas lainnya.

Alhamdulilah, saya dipanggil untuk tes wawancara dan tes bahasa Inggris (IELTS)🙂 Test diadakan di kota tempat Univ saya bekerja. Saya lalu cari/pinjam buku2 yang membahas test IELTS dan sisihkan waktu khusus untuk test IELTS. Maklum saya belum pernah test IELTS sebelumnya. Untuk persiapan wawancara, persiapan saya tidak ada yang khusus. Hanya sering2 bicara sendiri saja di depan cermin/kaca🙂 Bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris. Untuk latihan ini pastikan Anda tidak dilihat orang lain. Kuatir nanti dikira sedang stress berat🙂

Saat pengumuman tiba. Alhamdulilah saya lolos. Betapa bahagianya saya saat itu. Serasa dunia itu begitu indahnya.  Semua terasa indah🙂 Saya masuk kelas EAP (english for academic purpose) di Jakarta selama 6 minggu. Setelah itu, sekitar satu bulan kemudian saya harus berangkat ke Brisbane, Australia.

Itu sedikit cerita tentang mendapatkan beasiswa untuk sekolah master. Berikut sedikit cerita tentang beasiswa sekolah doktor.

Perlu diketahui, seorang penerima beasiswa master ADS harus kembali ke Indonesia dan bekerja minimal 2 tahun sebelum dapat mendaftar beasiswa doktor dari ADS. Saya setelah selesai sekolah master di tahun 2005, kembali mengajar di Univ saya di Indonesia. Dua tahun saya jalani dengan sabar. Sambil siap-siap buat daftar beasiswa lagi.

Tahun 2007. Dua tahun telah berlalu. Saatnya tiba untuk melamar beasiswa doktor ADS. Semua persyaratan telah saya kantungi. Surat letter of acceptance program doktor di Australia, rekomendasi dari professor di Australia, sudah ada. Semua berkas seperti biasa, saya kirim ke ADS via Univ tempat saya bekerja. lalu menunggu. Akhirnya pengumuman itu tiba. Saya dapat surat yang isinya saya dinyatakan tidak berhasil alias ditolak🙂 Saya bingung mengapa ditolak? Semua syarat2 telah dipenuhi.

bersambung…

One thought on “Beasiswa sekolah master dan doktor dari negeri Kangguru

  1. ngiiiirrrrrriiiiiiii…..
    pengen juga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s